Perbedaan Itu Indah

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Ketika mau berangkat ke kantor, seperti biasa di pagi hari aku menyiapkan sepatu pantofel kesayanganku. Aku pun duduk di sofa, sambil membungkuk mengenakan kaos kaki dan sepatu. Kuperhatikan dengan dengan seksama, ternyata sepatu yang setiap hari aku kenakan berbeda bentuk, yaitu kanan dan kiri. Kalau sama bentuknya, pasti sepatu kanan semua atau kiri semua.

Coba masing-masing lihat ke bawah, perhatikan sepatu/sandal anda, berbeda kan antara kanan dan kiri? Tapi justru dengan Perbedaan itu, kedua sepatu anda menjadi tampak Indah dan Simetris. Keduanya, sepatu kanan dan kiri, begitu klop, serasi, saling mengisi, saling melengkapi satu sama lain makanya menjadi begitu Indah. Orang yang memakai sepasang sepatu yang berbeda itu, ketika berjalan menjadi nampak berwibawa. Anda akan berjalan dengan PeDe. Apalagi jika sepatunya branded…

Apa anda berani mengenakan sepatu kanan dan kiri dengan bentuk yang sama, kanan semua atau kiri semua? Kalau berani silahkan dicoba, keluar rumah memakai sepatu yang sama. Siap-siap anda akan dilihatin oleh setiap orang yang anda lewatin. Ada yang senyum-senyum, ada yang terbelalak, berbisik-bisik ngomongin anda, bahwa anda adalah orang yang teledor atau bahkan orang kurang normal. Karena mereka melihat pemandangan yang aneh, tidak normal, tidak indah, timpang dan lucu…

Orang sehebat apapun anda, misal presiden, menteri, anggota DPR, direktur, manajer, profesor, doktor, dan pejabat apapun, seketika wibawa anda akan jatuh ketika mengenakan sepatu kanan semua atau kiri semua. Jadi, justru sepasang sepatu yang berbeda itu akan mengangkat derajat anda. Orang lain akan menghormati anda.

Sahabatku, di dunia ini, Perbedaan itu sebuah keniscayaan. Perbedaan itu tidak bisa dihindari, karena itu merupakan Sunnatullah. Perbedaan sudah muncul sejak zaman nabi Adam AS diciptakan. Anak nabi Adam, Qabil dan Habil sudah berbeda karakter. Demikian juga generasi selanjutnya, termasuk zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Mereka banyak sekali perbedaan dalam mensikapi bahkan dalam menafsirkan Alqur’an dan Sunnah Nabi. Abu Bakar dan Umar bin Khathab berbeda, Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud juga berbeda, dan seterusnya…

Ada pepatah yang mengatakan, “Perbedaan itu Rahmat”. Dengan perbedaan itu, memberikan ruang kebebasan untuk memilih, berkreasi dan berinovasi serta berkompetisi dalam kehidupan. Dengan perbedaan justru akan melahirkan kreativitas dan karya-karya manusia yang lebih hebat. Kehidupan dan peradaban manusia yang tidak statis dan jumud, tetapi justru berkembang sangat pesat.

Perbedaan itu Indah, apabila tepat dalam mensikapi dan memperlakukan perbedaan itu sendiri. Dalam perbedaan harus ada sikap saling mengisi dan melengkapi, seperti sepasang sepatu. Di kala berbeda, harus ada saling berkompetisi atau Fastabiqul khairat, berlomba-lomba untuk memberikan kontribusi yang terbaik. Dalam perbedaan hindari perilaku saling benci dan caci maki, apalagi sampai saling menciderai…

Dengan begitu, baru Perbedaan itu akan memancarkan Keindahannya. Perbedaan yang akan memberdayakan potensi bukan menghancurkannya. Perbedaan yang memberikan rasa aman dan bersahabat bukan yang menakutkan…

Salam Perubahan…!!!

Komentar

Tulis Komentar