Bertauhid, Menggengam Kehidupan

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Sumber semua ilmu adalah Tauhid. Yakin kepada Allah. Iman kepada Allah. Sumber kebahagiaan adalah Tauhid. Sumber kekayaan adalah Tauhid. Bila tauhid sudah terpatri, seluruh kehidupan sudah ada dalam genggaman.

Belajarlah, tekunilah, pahamilah pengetahuan yang sudah disusun oleh para Ilmuwan terdahulu. Namun bagaimana menciptakan ilmu baru, Allahlah yang akan mengilhamkannya. Bertauhid, bertafakur, membuat ujicoba, sebuah rangkaian menemukan wawasan yang belum tergali oleh siapapun. Tauhid mendorong bertafakur. Tafakur alam mendorong lahirnya sains dan teknologi. Tafakur diri mendorong lahirnya ilmu kejiwaan dan kedokteran. Tafakur masyarakat mendorong lahirnya ilmu sosial. Bila kita belum mampu mengarah seperti itu, ada apa dengan bertauhidnya kita? Mengapa tidak menjadi seorang ilmuwan?

Mengapa manusia mudah bersedih dan tidak bahagia? Keinginannya banyak, kebutuhannya tak terkira. Salah satu terusik, terguncanglah jiwanya. Andai orientasinya satu hanya Allah. Apakah ada yang bisa mengusik satu orientasi terbesarnya? Andai hidup ini tidak memberikan kebahagiaan, telisiklah apa yang ada di hati. Buanglah selain Allah dalam hati kita. Maka tidak ada lagi yang bisa mengguncangkan jiwa. Ilmu bahagia tentang siapa yang bersemayam didalam hati, bukan apa yang telah dimiliki. Andai belum bahagia, ada yang salah dengan tauhid kita.

Kekayaan tak perlu dikejar dan diburu seperti mengejar harta karun. Kekayaan harus diciptakan. Kekayaan yang harus menghampiri kita. Ciptakan agar uang dan sumber daya yang masuk ke kantong kita sendiri. Apa yang membuat kekayaan bergerak ke arah kita? Pahami karakter kekayaan. Pahami kemana arah kekayaan bergerak. Cukup menciptakan sumber yang membuat kekayaan bergerak ke arah kita. Hanya dengan cara ini, saat tidur pun kekayaan akan datang sendiri ke kantong kita.

Kemana arah gerak kekayaan? Bergerak pada mereka yang menciptakan solusi dan kemudahan hidup. Bergerak kepada mereka yang berkarakter. Bergerak kepada mereka yang memiliki kompetensi dan kapasitas diri. Bergerak pada mereka yang penuh antusias. Bagaimana menciptakan pribadi seperti itu? Bertauhidlah, seluruh kepribadian seperti itu terbentuk dari iman kepada Allah. Melayani, memberi, bersemangat memberikan manfaat kepada manusia hanya milik mereka yang bertauhid. Memberikan manfaat menciptakan pengaruh dan kharisma. Memberikan manfaat membuat orang mau membayar atas manfaat yang diciptakannya.

Kekayaan tidak bergerak kepada orang yang pintar. Kekayaan tidak bergerak kepada orang yang sudah memiliki kekayaan. Kekayaan bergerak ke arah mereka yang bisa menciptakan kemanfaatan sesuai zamanya. Yang bersemangat memberikan kemanfaatan seharusnya mereka yang beriman karena mengharapkan ridha Allah. Andai hingga hari ini belum kaya, apa yang salah dari tauhid kita?

Saat meninggal Abdurrahman bin Auf mewariskan uang sebesar 250 milyar kepada satu istrinya. Padahal istrinya ada empat. Belum harta kekayaan berupa aset tak bergerak. Memberikan hadiah kepada ahli Badar sebesar 1 milyar per orang, padahal berapa jumlah yang ikut Perang Badar? Padahal Abdurahman bin Auf adalah orang yang dijamin masuk surga. Rasulullah saw memberikan hadiah kepada pemuka Quraisy yang baru masuk Islam dengan ribuan binatang ternak. Berapa kekayaan Rasulullah saw? Bertauhid menciptakan kekayaan.

Dengan bertauhid, urusan akan dimudahkan, diberikan jalan keluar yang tak terduga, dibukakan keberkahan dari langit dan bumi. Andai belum merasakan hal tersebut, adakah yang salah dari bertauhidnya kita? Bertauhid yang benar akan menggenggam kehidupan.

Komentar

Tulis Komentar