MANHAJ BERUBAN

KH. ABDUL HASIB HASAN

Saat ini, sebagian dari kita sudah menjadi kakek. Dulu, kita menghadiri nikah ikhwah, lalu menghadiri aqiqah anak ikhwah, lalu menghadiri nikah anak ikhwah, lalu menghadiri aqiqah cucu ikhwah.
Ternyata kita sudah tua, hampir menghampiri kematian. Sementara ibadah keteteran, padahal istiqamah dalam ibadah harus sampe mati (al-yaqin), bukan hanya sampe tua (as-syaikhukhah).

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.” (Q.S. Al-Hijr [15]: 99)
Kenapa mati disebut al-yaqin?Karena semua orang tidak pernah tahu seperti apa rasanya kematian.Tapi, ketika sudah merasa mukanya ditempelenginMalaikat dan belakang tubuhnya digebukin, barulah dia yakin mati itu benar.

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
“Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”(Q.S. Al-Anfal [80]: 50)
Istiqamah dalam beribadah itu sangat sulit, kita tahu pahala berjamaah tapi ga mampu jagainberjamaah. Kita tahu nilai shalat tahajud tapi mana ada jagainshalat tahajud.Rasulullah ﷺsangat menjaga istiqamah dalam beribadah, sampai beruban lebih cepat dari seharusnya. Sehingga membuat heran para sahabat, termasuk Abu Bakar ra.

قَالَ أَبُو بَكْرٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: شِبْتَ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: «نَعَمْ، شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا

“Abu Bakar berkata, “wahai Rasulullah ﷺkenapa Anda begitu cepat beruban?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Surat Hud dan kawan kawannya yg membuatku cepat beruban”.” (H.R. Tirmidzi: Hadits Hasan Gharib. Lihat: Al-Ahadits Al-Mukhtarah, Abdul Wahid Al-Maqdisi, 12/202)

Di dalam Surat Hud ada ayat yang terasa sangat berat, yang harus dijaga dan dilaksanakan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Hud [11]: 112)

Ayat tentang istiqamah inilah yang membuat Rasulullahﷺcepat beruban. Istiqamah beribadah, berdakwah, menjaga berjamaah, dan seterusnya.lalu kita?
• Mikirin kontrakan, beruban!
• Mikirinsekolah anak, beruban!
• Mikirinutang, beruban!
• Mikirinkeinginan yang tidak tercapai, beruban!
• Dan seterusnya.

Padahal, rizki itu ada di Langit, ketuk pintu Langit, bukan hanyanguber-nguber rizki di Bumi!

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu..” (Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 22)

Maka, naikan orientasi kita, naikin nilai uban kita.Janganberuban karena masalah sepele. Jangan meributin yang ga penting sampai beruban. Jangan sampai sudah beruban tapi masih belum sadar kematian sudah dekat pintunya. Inilah manhaj beruban yg harus diperhatikan dengan baik!

Gunung Sindur,7 Oktober 2018
Dirangkum oleh: A.R. Hermansyah

Komentar

Tulis Komentar