Wajah Kecurangan

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Kezaliman dan kecurangan tidak akan pernah bertahan lama. Sehebat apa pun kekuatan yang dimiliki. Firaun dan Namrudz jadi contohnya.

Para penjajah yang memiliki pasukan dan persenjataan yang modern, memiliki kaki tangan yang sudah mengakar, akhirnya harus hengkang. Yang membuat keabadian kepemimpinan adalah keadilan, bukan kekuatan.

Yang paling zalim, yang paling curang, dialah yang paling pertama hancur. Itulah rahasia mengapa Persia langsung runtuh. Itulah mengapa Romawi Timur hancurnya belakangan.

Kezaliman dan kecurangan akan tumbuh sangat mempesona, seperti pasukan kilat yang menghancurkan segala yang ditemui. Namun berapa lama bertahannya? Pasukan Mongol dan Salib bisa menjadi modelnya. Mereka hanya bertahan 100 tahun saja. Tanda kehancuran ketika kezaliman dan kecurangan merebak menjadi gaya hidup dan karakternya.

Ketika kezaliman dan kecurangan didiamkan karena menguntungkan bahkan diperjuangkan, bertanda kaum tersebut akan dihancurkan. Semua kaum yang berkarakter seperti itu telah dihancurkan Allah. Mengapa negri yang beradab dan santun, sekarang menjadi negri yang curang? Siapakah yang telah menyeret bangsa ini menjadi berprilaku rendahan? Mengapa banyak yang berpesta dengan kecurangan?

Dalam sejarah perjuangan bangsa, dalam perjalanan para pahlawan, kelemahan tak menyebabkan berprilaku curang untuk menang. Karena bangsa ini dibangun atas berkat rahmat Allah swt. Namun penjajah menangkapi pahlawan negri dengan kecurangan. Mengapa bangsa ini tidak mengikuti jejak pahlawannya? Mengapa bangsa ini tidak mengikuti jejak pendiri bangsanya? Sekarang, Mengapa kekuasaan di negri ini harus diraih dengan gegap gempita kecurangan?

Negri ini sedang sakit. Pemimpinnya sedang berfikir tentang dompetnya sendiri. Rakyatnya sedang dikelabuhi kamuflase mimpi kepalsuan. Siapa yang akan menyadarkan? Siapa yang membangunkan? Siapa yang mau mengambil peran? Masih adakah generasi yang peduli? Haruskah menunggu imam Mahdi?

Telah banyak yang dikecoh oleh sematan media. Berapa banyak media yang mencuci otak anak negri dengan menjuluki seseorang dengan ratu adil, arya paningit dan julukan lainnya sehingga yang tak bisa memimpin menjadi pemimpin di negri ini?

Komentar

Tulis Komentar