Optimalisasi Karakter

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Dengan karakter manusia berinteraksi dengan kehidupan. Dengan karakter manusia menghadapi tantangan. Dengan karakter manusia menghadapi persoalannya. Lalu bagaimana karakter tersebut, menjadi akhlakul karimah?

Karakter itu berdaya guna, bila karakter yang dimunculkannya yang positif dan tepat. Harus tepat, karena setiap tantang membutuhkan karakter khusus. Tidak semua tantangan hidup harus dihadapi dengan satu karakter. Karakter seperti senjata yang hanya cocok untuk satu tantangan saja. Persoalannya, bagaimana menempatkan karakter agar berdaya guna?

Harus karakter positif, karena hanya karakter positif yang dapat membangun, yang bisa menyelesaikan tantangan. Positif dan tepat, itulah yang membuat karakter berdaya guna. Mengkombinasikan keduanya butuh kecerdikan dan rahmat Allah.

Setiap hewan memiliki karakter yang berbeda. Karena setiap hewan memiliki musuh dan mangsa yang berbeda. Karena setiap hewan memiliki tantangan dan persoalan yang berbeda. Setiap jurus bela diri hanya cocok untuk kondisi tertentu saja.

Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa, “Ya Allah, berilah rasa takut kepada Mu, yang akan menghalangi kami dari berbuat maksiat. Anugerahi kami ketaatan kepada Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu. Curahkan keyakinan sehingga meringankan musibah hidup yang menimpa kami.” Dalam doa ini setiap karakter memiliki buah dan target yang berbeda.

Ahmad bin Ashim memberikan gambaran bagaimana sebuah karakter didayagunakan. Dia berkata, “Keyakinan yang paling bermanfaat adalah yang besar dalam pandangan yang kau yakini. Rasa takut yang paling bermanfaat adalah yang mencegahmu dari kemaksiatan dan memanjangkan kesedihanmu atas apa yang terluput, serta melazimkanmu memikirkan sisa umur dan penutup perkaramu.” Ternyata setiap karakter memiliki titik optimum yang berbeda-beda.

Ashim pun melanjutkan, “Kejujuran yang paling bermanfaat adalah pengakuan aib-aib diri kepada Allah swt. Rasa malu yang paling bermanfaat adalah malu meminta kepada Allah apa yang disukai, sementara diri melakukan apa yang Allah tidak sukai. Kesabaran yang paling bermanfaat adalah yang menguatkanmu dalam menyelisihi hawa nafsu.” Dalam kitab Ihya Ulumudin pun Al Ghazali memaparkan secara detail satu karakter dapat digunakan pada beragam kondisi dengan berbagai tingkat keutamaannya.

Paparan selanjutnya, “Jihad yang paling utama adalah jihad yang mengembalikanmu menerima kebenaran. Musuh yang paling utama yang harus diperangi adalah musuh yang paling dekat, yang paling tersembunyi dan yang paling besar permusuhannya, yaitu iblis.”

Menghadirkan karakter positif butuh perjuangan. Menempatkan karakter positif pada titik yang tepat membutuhkan kecerdikan dan rahmat Allah. Kita selalu membutuhkan bimbingan Allah dalam setiap keadaan.

Itulah mengapa Allah memiliki Asmaulhusna?

Komentar

Tulis Komentar