Pendongkrak Kecerdasan

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Menurut Al Ghazali, Ilmu itu bersumber dari hati melalui perantara malaikat. Bagi para Sufi jalan ilmu itu melawan hawa nafsu, menghapus sifat tercela, memutuskan hubungan dengan dunia dan menghadapkan hati hanya pada Allah.

Kebenaran itu bersemayam pada hati yang bersih. Allah mengilhamkan ilmu ke hati. Allah mengilhamkan pemahaman ke hati. Jadi kecerdasan itu bersumber dari hati. Bagaimana menciptakan kecerdasan dengan cara mudah?

Sabda Rasulullah saw, kecerdasan bersumber dari mengingat kematian. Al Ghazali mengutip bahwa siapa saja yang melaparkan perutnya, niscaya pemikirannya besar dan kalbunya cerdas. Ada dua dimensi yang dimunculkan agar meraih kecerdasan yaitu raga dengan berlapar dan jiwa dengan mengingat kematian. Inilah dua kurikulum pendongkrak kecerdasan.

Beramar ma’ruf dan nahi munkarlah pada hati. berlapar dan mengingat kematian, itulah dua jalan bernahi munkar pada hati. Obat yang sempurna itu dengan mendatangkan manfaat dan menghindari kerusakan.

Abu Sulaeman al-Darani mengatakan, “Lapar itu menimbulkan ilmu samawi yang diturunkan dari langit. Al Ghazali mengatakan, “Kenyang menimbulkan kebodohan, memperbanyak uap pada otak menyerupai gula hingga mengandung tambang-tambang pemikiran. Lalu kalbu berat dari mengalirnya pemikiran dan dari cepatnya pemikiran.”

Efek kenyang menurut Al Ghazali, “Ingatannya salah, kalbunya rusak, dan ia menjadi orang yang lambat pemahamannya dan penangkapannya.” Hasan Al Bashri berkata, “Orang yang cerdas itu mereka yang waspada kepada kematian.”

Syahwat itu bahan bakarnya kenyang dan digerakkan oleh angan-angan. Maka cara menghancurkan syahwat adalah dengan mengingat kematian. Orang cerdas menurut Rasulullah saw, “Orang cerdas adalah orang yang menundukkan diri dan beramal untuk sesudah kematian.”

Kecerdasan bukan anugerah tiba-tiba. Bukan pula takdir. Kecerdasan adalah hasil rekayasa manusia yang dirahmati Allah. Cara merekayasa kecerdasan adalah dengan mengingat kematian dan berlapar diri, itulah dua kurikulum diri untuk mendongkrak kecerdasan.

Komentar

Tulis Komentar