Ulama Ditangkap, Sekenario Apa?

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Alhamdulillah ramai kembali tuduhan pada Ulama, berarti jalan perjuangan terus menanti. Alhamdulillah ramai kembali orang yang akan dituduh melakukan makar untuk dijebloskan ke penjara.

Jalan juang masih panjang, itulah hukum kehidupan. Setelah Rasulullah saw dizalimi, dimusuhi dan ditindas di Mekah, apakah setelah hijrah ke Madinah perjuangan sudah selesai? Setelah Mekah sudah dibebaskan dengan Futuh Mekah, apakah perjuangan sudah selesai? Setelah seluruh Hijaz dibebaskan, apakah perjuangan telah selesai? Setelah Persia dibebaskan, apakah perjuangan sudah selesai? Setelah Andalusia dan Konstatinopel dibebaskan, apakah perjuangan sudah selesai? Tak ada tuntas dalam kehidupan ini. Itulah hukumnya. Inilah mindset perjuangan.

Periodeisasi perjalanan umat Islam menurut Rasulullah saw adalah gambaran perjuangan yang tak pernah selesai. Masa kenabian, Masa Khalifatur Rasyidin, Masa pemerintahan menggigit, Masa pemerintahan diktator dan masa Nubuwah kembali. Setiap masa, ada nilai perjuangannya sendiri.

Imam Ibnu Qayyim membuat kitab Bidayah wa Nihayah, bacalah bab yang berkaitan dengan huru hara menjelang hari kiamat, apakah ada waktu untuk berpangku tangan? Adakah waktu yang sepi dari perjuangan? Adakah waktu berdiam dengan ketentraman? Diam berarti tertinggal dan mati. Berjuang adalah sarana untuk tetap hidup dan menghidupkan. Jadi apa yang dialami oleh umat ini adalah road map perjalanan umat Islam yang sudah ditakdirkan Allah. Jadi syukuri dan teruslah berjuang.

Imam Syafii setelah mengajar di Mekah, berlanjut ke Baghdah, lalu ke Mesir. Tak ada waktu jeda. Said bin Jubair dan Sotyan Tsauri dikejar-kejar penguasa bertahun-tahun hingga akhirnya tertangkap Mekah. Shalahuddin Al Ayubi harus menghadapi ratusan peperangan untuk membebaskan Yerusalem. Kaum Muslimin harus lintas generasi untuk bisa membebaskan Konstatinopel. Begitulah, Allah menciptakan banyak tantangan agar umat ini tak berpangku tangan. Agar umat ini terus hidup menempa dirinya.

Kaum Add, Tsamud dan Luth, sebuah gambaran umat yang tidak dihadapkan pada perjuangan. Akhirnya terlena dan hancur oleh dirinya sendiri. Allah selalu membuat sekenario bagi Umat Islam untuk terus bergeliat. Untuk terus dihadapkan persoalan yang tak pernah selesai. Agar umat ini tak menyadari bahwa sebenarnya kualitasnya semakin baik dengan segudang perjuangan tersebut. Begitulah cara Allah mendidik umat ini.

Komentar

Tulis Komentar