Potret Kelemahan

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Bila dikalahkan hanya sebuah bisikan, bagaimana dapat menghadapi persoalan hidup yang lainnya? Manusia terlemah adalah manusia yang terkalahkan oleh bisikan.

Bila tertipu oleh sebuah bisikan, bagaimana bisa menghadapi tipu daya kehidupan lainnya? Dunia luar katanya sangat keras, bila tertipu oleh sebuah bisikan, bagaimana bisa menghadapi kerasnya kehidupan?

Syetan dan hawa nafsu menjungkalkan manusia hanya melalui bisikan dan tipu daya. Maka, bila dengan yang paling lemah saja terkalahkan, bagaimana memenangkan pertarungan kehidupan?

Bila melawan ngantuk saja tidak bisa. Bila Tahajud saja dikalahkan oleh rasa ngantuk, bagaimana akan diamanahkan tanggungjawab kehidupan? Bila diri dikalahkan oleh rasa malas, bagaimana bisa mengalahkan kekuatan yang lebih besar?

Berinteraksi dengan diri sendiri, itulah awal berinteraksi dengan kehidupan. Berinteraksi dengan diri sendiri adalah training center sebelum menghadapi kehidupan.

Allah menciptakan hawa nafsu dan syetan untuk melihat jiwa kepribadian, kokoh atau lemah? Berdaya atau lunglai? sebelum menghadapi realitas kehidupan.

Allah berfirman bahwa bertahajud adalah persiapan menghadapi perkataan yang berat? Tahajud adalah sebuah perlawanan terhadap bisikan dan ngantuk. Bila bisa menaklukan bisikan kemalasan dan ngantuk, maka bisa menjadi pemanasan untuk menghadapi persoalan kehidupan yang lebih besar.

Allah menempa Rasulullah saw dan para Sahabat ra. dengan bertahajud sebelum menghadapi ujian dakwah di tengah masyarakat. Itulah penempaan awal menghadapi tantangan.

Komentar

Tulis Komentar